Senin, 18 Mei 2015

Pengajaran Pertemuan 4 

*Detail Pengajaran
Kelas                            : TK A dan TK B
Tanggal                       : Senin, 18 Mei 2015
Waktu Pengajaran    : Pkl. 08.00 – Pkl. 10.30
Tema                           : Kehidupan di Kota

            Minggu ini merupakan minggu pengajaran kita yang terakhir kalinya disini karena sudah memasukki pertemuan keempat. Tema minggu ini adalah “Kehidupan di Kota”. Pembagian tugas masih seperti yang dulu, saya membuat latihan dan dokumentasi, Catherine menyiapkan snack dan permen, dan Jaya menyiapkan printout dan fotocopy materi. Kemarin anak-anak yang hadir berjumlah 13 orang (9 anak TK A dan 4 anak TK B). Saya, Viko, dan Ivan mengajar TK A yang terdiri dari Aidi, Rajwa, Aisyah, Gifar, Qilla, Arya, Faqih, Bunga, dan Alifa, sedangkan sisa anggota lainnya mengajar TK B.
Membentuk Lingkaran Sebelum Pengajaran Dimulai
            Seperti biasa, sebelum memulai pengajaran, kita membentuk lingkaran untuk bermain, bernyanyi, dan bermain games bersama, misalnya games tebak nama-nama hewan, nama-nama bulan, dll. Selain itu juga kita saling memperkenalkan diri lagi agar tidak lupa dan lalu berdoa.

Bermain Tebak Gambar




 Di sesi 1, saya membagikan kertas yang berisi gambar dan tulisan titik-titik agar mereka bisa belajar menulis menggunakan hint alur titik tersebut. Mereka semua bisa menulis dengan baik dan selanjutnya kita bermain tebak-tebakkan gambar seputar kehidupan di kota, misalnya terdapat jalan raya, mobil, kereta api, gedung-gedung perkotaan, dan yang lainnya sesuai materi di kertas latihan.


Mengajar Menulis dan Membaca
Mendampingi Anak-Anak saat Mewarnai Gambar




Di sesi 2 merupakan kegiatan mewarnai gambar. Gambar yang telah disediakan adalah gambar situasi kota yang terdapat lalu lalang mobil di jalan raya dan gedung-gedung yang tinggi. Setelah selesai mewarnai, kita  beristirahat bersama sebelum melanjutkan sesi terakhir.


Hasil Mewarnai Anak-Anak TK A
            Di sesi 3 ini merupakan sesi membaca cerita yang dipimpin oleh Albert. Anak-anak dikumpulkan di 1 kelas agar bisa mendengarkan ceritanya bersama-sama. Ceritanya tentang “Tikus Desa dan Tikus Kota” yang menjelaskan perbedaan antara kehidupan orang desa dan orang kota. Inti dari ceritanya adalah kehidupan sederhana yang aman lebih baik dibandingkan kehidupan mewah yang dikelilingi oleh rasa takut dan ketidak-pastian. Setelah selesai bercerita, kita berdoa untuk pulang.
Suasana saat Membacakan Cerita
Karena hari itu merupakan hari terakhir mengajar, kita berpamitan dengan Bu Puroh dan Bu Henny, selaku guru pendamping selama kita mengajar. Kita juga minta maaf kalau selama pengajaran melakukan kesalahan, dan mereka juga meminta maaf kalau anak-anaknya bandel, suka bertengkar, dan sulit diatur. Ya, at least saya mendapatkan pengalaman mengajar anak TK untuk pertama kalinya yang jelas tidak mudah. Oh iya, hari rabu besok mereka akan diwisuda bersama TK lainnya se-wilayah Kebon Jeruk, jadi ada beberapa anak yang terpilih untuk latihan mengisi acara selama wisuda nanti. Saya juga berterima kasih dan meminta maaf jika ada salah kepada Bu Ella, selaku kepala sekolah TK AL-GHIFARI. Pengajaran pun selesai dan tugas community service CB3 – Interpersonal Development ini berhasil kita jalani dengan baik. Hehehe :)

Anak-Anak Latihan Menyanyi untuk Acara Wisuda










Binus University – CB3 : Interpersonal Development, Meeting 4

Andre Jonathan - 1701293351

Sabtu, 16 Mei 2015

Pengajaran Pertemuan 3

*Detail Pengajaran
Kelas                            : TK A dan TK B
Tanggal                       : Jumat, 15 Mei 2015
Waktu Pengajaran    : Pkl. 08.00 – Pkl. 10.30
Tema                           : Kehidupan di Desa


Tema pengajaran minggu ini adalah “Kehidupan di Desa”. Seperti biasa, saya bertugas untuk membuat latihan dan dokumentasi, Catherine menyiapkan snack dan permen, Ivan menyiapkan printout dan fotocopy materi. Kemarin kami hadir lengkap bertujuh, namun ternyata anak-anak yang datang hanya 7 orang saja (2 anak TK B dan 5 anak TK A), yaitu Qilla, Habibie, Rajwa, Alifa, Arya, Rani, dan Dewi. Mungkin karena efek libur hari kamis dan sabtu yang jumatnya kejepit jadi banyak anak yang tidak masuk. Hari itu terdapat 1 anak baru yang ingin beradaptasi, ialah Arya. Dia menangis terus padahal pelajaran belum dimulai. Ya mungkin karena dia baru dan belum terbiasa dengan situasi dan kondisi, serta belum kenal banyak anak lainnya.

Suasana sebelum Pengajaran Dimulai
Sebelum pengajaran dimulai, seperti biasa kita membentuk lingkaran untuk bernyanyi, berkenalan, dan bermain bersama, serta tidak lupa untuk berdoa. Setelah itu, pengajaran pun dimulai. Karena jumlah anak yang sedikit, jadi kita hanya menggunakan 1 kelas saja.
 
Saya Mendampingi Qilla untuk Belajar
Suasana Pengajaran di Kelas
Pengajaran kita mulai dengan belajar membaca dan menulis. Materi sudah disiapkan, yaitu berupa aktivitas dan pekerjaan di desa yang dibuat ke dalam latihan berupa gambar dan tulisan. Kebetulan jumlah anak dan jumlah pengajar sama persis, yaitu 7 orang. Jadi masing-masing pengajar mendampingi 1 orang anak untuk diajari membaca dan menulis. Sesi selanjutnya adalah mewarnai gambar petani yang sedang mencangkul di ladangnya. Kakak-kakak pengajar pun juga ikut mewarnai. Setelah selesai mewarnai, kita beristirahat bersama selama 15 menit.
 
Foto Saya bersama Qilla dan Hasil Mewarnainya
Setelah selesai beristirahat, dilanjutkan sesi terakhir yaitu bercerita. Saya menceritakan tentang kisah petani di jagung yang inti ceritanya adalah jangan mengambil sesuatu yang bukan hak kita, jika kita tetap bersabar dan terus berusaha, pasti suatu saat kita akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan kebajikan yang kita kerjakan. Kita pun bertanya kepada anak-anak seputar cerita tersebut dan tampaknya mereka semua mengerti ceritanya. Oh iya, saat itu Bu Ella selaku Kepala Sekolah datang dan melihat pengajaran kita. Beliau sangat baik dan ramah. Sebelum meninggalkan kelas dan pulang ke rumah, kita berdoa terlebih dahulu dan selesailah pengajaran hari itu.

Hasil Mewarnai anak-anak TK A dan TK B










Binus University – CB3 : Interpersonal Development, Meeting 3

Andre Jonathan - 1701293351

Jumat, 01 Mei 2015

Pengajaran Pertemuan 2

*Detail Pengajaran
Kelas                            : TK A dan TK B
Tanggal                       : Kamis, 30 April 2015
Waktu Pengajaran    : Pkl. 08.00 – Pkl. 10.30
Tema                           : Ibu


Hari ini saya akan memposting dan menceritakan tentang pengalaman mengajar di pertemuan kedua pada hari kamis yang lalu. Tema minggu ini adalah “Ibu”. Untuk Job Desk, Narendra mempersiapkan printout latihan-latihan, Catherine mempersiapkan snack dan permen, dan Saya membawa kamera untuk dokumentasi.

Pagi hari kami langsung berkumpul di TK Alghifari karena semua sudah tahu lokasi sekolahnya. Seperti biasa kami mengajar di 2 kelas, yaitu TK-A dengan pengajar Bu Henny dan TK-B dengan pengajar Bu Puroh. Saya memilih untuk tetap mengajar TK-A bersama dengan Viko dan Narendra, sedangkan TK-B diajar oleh Catherine, Ivan, dan Albert.
 
Suasana sebelum Kelas dimulai


Bermain dan Berkenalan sebelum memulai Pengajaran



Sebelum memulai pengajaran yang kedua, kita semua berkumpul dan membentuk lingkaran untuk bernyanyi, bermain tebak-tebakan/games, bertepuk tangan, dan berkenalan lagi karena mungkin saja mereka masih lupa, tapi beberapa masih ada yang mengingat nama kakak-kakak pengajar, hehehe… Setelah itu kita berdoa dan kelas pun dimulai.





Suasana di dalam Kelas saat Pengajaran dimulai
Bermain Tebak Gambar
Di sesi pertama, kami langsung membagikan printout yang berisi pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan oleh seorang ibu seperti memasak, membersihkan rumah, mengajar, dll. Mereka belum bisa membaca dengan sempurna, jadi mereka menebak pekerjaan ibu tersebut berdasarkan gambar yang kami berikan dan semuanya bisa menjawab dengan baik. Tidak lupa kita memberikan permen bagi murid yang bisa menjawabnya dengan tepat. Oh ya, di sesi ini terdapat sekitar 10 murid, antara lain Gifar, Faqih, Rajwa, Dinda, Aisyah, Qilla, Aidi, Bunga, dan Rani. Sebelumnya suasana kelas agak gaduh karena Gifar dan Qilla malah berantem, jadi kami pun berusaha untuk melerai pertengkaran tersebut dan kembali melakukan kegiatan pengajaran dengan tenang. Ya Qilla merupakan murid yang pandai namun dia agak bandel.


Belajar Membaca Huruf dan Kata


Di sesi kedua, kami mengajar mereka untuk membaca huruf a-z dan kata yang kita tulis di papan, misalnya kaki, kaca, mata, jari, kuku, dan baca (kata-kata sederhana saja). Beberapa dari mereka ada yang ngaco mengeja katanya juga karena belum terlalu lancar membacanya. Di sesi ketiga, yaitu sesi untuk mewarnai gambar Ibu. Kami memberikan gambar Ibu dan mereka hanya tinggal mewarnainya saja.




Bahan Pengajaran di Papan Tulis
Suasana saat Mewarnai Gambar
Hasil mewarnai anak-anak TK - A
Setelah selesai menebak gambar, membaca huruf dan kata, dan mewarnai, kita semua pun beristirahat dan bermain di luar kelas selama kurang lebih 15 menit. Suasana saat istirahat itu ramai sekali dan anak-anak lari kesana kemari dan tidak bisa diam. Setelah selesai istirahat, kami melanjutkan sesi terakhir, yaitu bercerita. Sesi bercerita ini digabung antara TK-A dan TK-B berkumpul dalam 1 ruangan supaya makin akrab juga, hehehe. Cerita yang kami pilih adalah cerita yang sangat terkenal, yaitu Malin Kundang yang sangat sesuai dengan tema minggu ini. Inti dari ceritanya adalah kita, sebagai seorang anak harus berbakti pada orang tua dan patuh kepada perintahnya, serta yang paling penting tidak boleh melupakan jasa-jasa baiknya apalagi durhaka terhadap mereka.

Suasana Saat Membacakan Cerita
Setelah selesai bercerita, kita berdoa untuk pulang. Waktu sudah menunjukkan jam 10.30 dan kami membagikan snack kecil sebelum mereka pulang. Sebelum pulang ke rumah masing-masing (saat itu sedang libur), kita berkumpul bersama untuk foto-foto dulu dan setelah itu kembali ke rumah masing-masing untuk melanjutkan aktivitas. Begitulah cerita pengajaran saya di pertemuan kedua :)









Binus University – CB3 : Interpersonal Development, Meeting 2

Andre Jonathan - 1701293351